Cara RSBP Batam Bersiap Hadapi New Normal

Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi datangnya era “New Normal”. Rumah sakit berplat merah ini akan semakin ketat menerapkan protokol kesehatan dan juga mengembangkan layanan digital untuk mempermudah pasien yang ingin memeriksakan kesehatannya.

Jumat, 29 Mei 2020, Direktur RSBP Batam, Sigit Riyanto mengatakan RSBP sudah mendapat lampu hijau untuk membuka pelayanan karena sudah bersiap menghadapi ‘New Normal’. RSBP akan menjamin keselamatan pasien dan juga tim medis agar tetap bisa memelihara kepercayaan masyarakat

Ia menyebut ada kasus dimana pasien non Covid-19 ingin berobat, tapi tidak jadi karena takut ke rumah sakit. Sigit menyampaikan kepada masyarakat bahwa virus ini bisa dikendalikan. Konkritnya, RSBP akan memisahkan pasien Covid dan non-covid. Kalau non-Covid dirawat di gedung baru dan positif Covid dan pasien dalam pengawasan (PDP) dirawat di gedung PIE. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tertular, bahkan RSBP sudah bersiap sejak Januari lalu.

Sigit yakin virus corona penyebab Covid-19, dalam dua tahun dapat dikendalikan. Makanya untuk saat ini, protokol “New Normal” merupakan jalan tengah terbaik, agar poros ekonomi tidak semakin terpuruk. “New Normal” dianggap memang harus ada , karena virus ini tidak akan hilang dalam waktu dekat, vaksin yang juga belum ditemukan. Jika Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) atau lockdown terus berlanjut, ekonomi akan stagnan, sehingga Indonesia bisa sengsara.

Direktur RSBP Batam, Sigit Riyarto

Protokol kesehatan yang semakin diperketat juga diimbangi dengan pengembangan Klinik RSBP di Baloi, samping kantor Polsek Lubukbaja. Sigit mengimbau kepada masyarakat yang melakukan rawat jalan agar segera berobat kesana. Ia yakin dengan begitu, maka kepercayaan akan semakin meningkat, karena posisi Klinik Baloi yang cukup jauh dari RSBP Batam.

Selain mengembangkan klinik, protokol kesehatan yang sangat ketat juga berlaku kala proses operasi. Dokter dan tim medis yang melakukannya harus menggunakan alat pelindung diri (APD) khusus yang memiliki tudung di bagian kepala.

Dan terakhir, layanan digital juga akan dirambah RSBP Batam. Sigit mengatakan layanan digital akan ada dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di smartphone.

Fungsi layanan digital ini, misalnya ada pasien selesai perawatan diabetes, maka untuk kontrol obat dan keluhan ringan cukup konsultasi online. Jika membutuhkan obat, nanti bisa diantar dan transaksinya menggunakan Go-Pay atau jasa financial technologi (Fintech) lainnya. Sigit mengaku layanan digital, izinnya masih diproses.

Selama pandemi Covid-19, kunjungan pasien ke RSBP memang menurun. Sigit mengakui karena selain ketakutan masyarakat, juga karena RSBP memang membatasi jam pelayannnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s