Imbas Pandemi Covid-19, Ekonomi Kepri Anjlok 2,06 Persen di Triwulan Pertama 2020

Dampak pandemi global Covid-19 diprediksi akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kepri melambat sepanjang tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan pertama hanya 2,06 persen. Sangat jauh jika dibandingkan dengan pertumbuhan di periode yang sama di 2019 yang mencapai 4,76 persen.

“Mencermati perkembangan ekonomi global dan nasional yang terdampak oleh Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun ini diperkirakan akan mengalami perlambatan,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Selasa (5/5/2020).

Faktor utama perlambatan ekonomi terjadi karena berkurangnya jumlah wisatawan, terganggunya paskan bahan baku untuk industri, penurunan daya beli, dan penundaaan investasi.

Kegiatan ekonomi di pasar. F. Ruangguru

“Larangan bepergian ke luar negeri yang dikeluarkan oleh negara utama asal wisman Kepri, seperti China, Singapura, dan Malaysia mempengaruhi tingkat hunian hotel, penjualan ritel, transportasi serta jasa perjalanan wisata secara signifikan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, perekonomian Kepri diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 4,0 hingga 4,4 persen (yoy). Angkanya menurun dari pertumbuhan 2019 sebesar 4,89 persen.

“Dengan asumsi penyebaran Covid-19 dapat segera teratasi dan berlangsung hanya sampai kuartal kedua 2020, selanjutnya pada kuartal ketiga mulai memasuki masa pemulihan,” ungkapnya.

Namun apabila penyebaran Covid-19 pada semester kedua 2020 masih berlanjut, BI Perwakilan Kepri memprediksi pertumbuhan ekonomi Kepri akan anjlok lebih dalam pada kisaran 2,0 hingga 2,4 persen (yoy).

Meski, ekonomi diprediksi akan anjlok, masih ada kabar positif. Dari sisi inflasi, penurunan inflasi terus berlanjut pada awal 2020 ditandai dengan inflasi bulan (mtm) pada periode Januari-April 2020 yang lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi bulanan selama tiga tahun terakhir.

“Inflasi Provinsi Kepri tahun ini masih terkendali pada kisaran sasaran inflasi 3 ± 1 persen. Hal tersebut tentunya didukung dengan koordinasi dan sinergi yang kuat di antara tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan satgas pangan,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisman per triwulan pertama 2020 turun 42 persen dibanding triwulan pertama 2019.

Kepala BPS Kepri, Zulkifli menyebut jumlah wisman yang berkunjung dari Januari hingga Maret lalu mencapai 399.263 wisman. “Angkanya turun dibanding periode yang sama tahun 2019 sebanyak 686.339 wisman,” ujarnya.

Khusus untuk Batam, penurunan terjadi sebanyak 37 persen, dimana jumlah wisman yang berkunjung dari Januari hingga Maret mencapai 295.572 wisman. Sedangkan di periode yang sama di 2019, jumlah kunjungan wisman mencapai 466.124 wisman.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 6 Mei 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s