“New Normal” di Batam Dihadang Biaya Tinggi

Kalangan pengusaha menerima protokol “New Normal” yang akan segera diterapkan pemerintah dalam waktu dekat. Meski begitu, kebijakan baru ini diperkirakan akan meningkatkan biaya operasional karena standar protokol kesehatan yang harus dipatuhi, baik oleh industri maupun perkantoran.

Kalangan dunia usaha pun meminta sejumlah insentif harus diturunkan agar bisa meringankan dunia usaha hingga wabah Covid-19 ini usai. Insentif tersebut seperti keringanan pajak dan retribusi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Makruf Maulana mengatakan dunia sudah mulai membuka kembali perekonomiannya. Begitu juga dengan Indonesia yang juga bersiap menghadapi ekonomi berbasis protokol “New Normal.

Namun di sisi lain, biaya tinggi di Kepri dirasakan menjadi kendala dalam penerapan new normal di perkantoran, perusahaan, termasuk industri. Pemerintah daerah diminta tidak membebani dunia usaha dengan berbagai jenis pajak dan retribusi.

Kegiatan pelayanan perizinan usaha di Mall Pelayanan Publik, Batam. Penerapan “New Normal” di Batam diperkirakan akan dihadang biaya tinggi

“Saat ini biaya tinggi di Kepri menghadang industri menerapkan protokol normal baru tersebut. Pelaku usaha masih dibebankan dengan beberapa pajak yang tinggi, seperti PPJU, WTO, pajak pariwisata dan restoran, serta Pajak Bumi dan bangunam (PBB),” ujar Makruf, Selasa (26/5/2020)

Jika pemerintah daerah pro dunia usaha di Kepri, maka pajak-pajak tersebut seharusnya diturunkan. “Khusus bagi BP Batam dimana UWTO akan jatuh tempo, kami minta agar dicicil selama dua tahun tanpa bunga. Untuk Pemko Batam, PPJU di-nolkan, pajak pariwisata dan restoran dinolkan, dan PBB diturunkan demi keberlangsungan dunia usaha, menghadapi new normal,” urainya.

Ia juga meminta supaya dunia properti bisa berjalan agar pajak BPHTB dipangkas dari lima persen menjadi 1 persen. Nilai BPHTB yang sekarang sebesar lima persen dari nilai jual properti dianggap mahal sekali. “Pasti banyak peminatnya dan konsumen bisa banyak lakukan percepatan akad dan di sisi lain daerah bisa dapat tambahan pajak.

“Mengapa kita minta pajak-pajak tersebut diturunkan karena perusahaan dan industri juga terdampak pandemi covid-19, belum lagi penerapan new normal juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Maruf menambahkan, pajak-pajak daerah yang sekitar 70 persen berasal dari dunia usaha harus diturunkan sejalan dengan penerapan new normal di perkantoran, perusahaan dan industri. “Biar ekonomi kita bergerak dulu dan aktivitas produksi di industri bisa beroperasi lagi dengan baik,” ujarnya.

Maruf menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pendekatan ke seluruh stakeholders di Kepri untuk bersama-sama membuat terobosan. Kadin Kepri sudah mendeklarasikan BBK Murah. Ini harus disambut semua pihak dan dibarengi hotel-hotel, mall, dan perijinan serta biaya tinggi jadi murah .

Kadin Kepri juga menginginkan supaya di Kepri betul-betul serba murah. Hilangkan kesan investasi di Kepri serba mahal. “Kepri tidak mempunyai sumber daya alam. Hanya investasi satu-satunya yang diharapkan, jadi harus murah makanya kami sambut BBK Murah,” tambah Maruf.

“Kita instal ulang di Kepri ini menyambut investasi Amerika dan Jepang yang mau keluar dari China. Saya sudah komunikasi sama mereka dan Insya Allah sudah ada yang berminat dengan BBK Murah,” ungkapnya

Sejauh ini, tambah Maruf, belum ada konsep yang jelas terkait penerapan new normal di Kepri, khususnya Batam. Sehingga menurutnya, perlu pembahasan lebih lanjut dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan di Kepri.

“Sebelum kita deklarasi Kepri bangkit, kami ajak semua asosiasi dunia usaha untuk membahas ekonomi new normal, mula PHRI, REI, Apindo, Dekopin, FORPPI dan lainnya,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran terkait protokol normal baru bagi perkantoran dan industri menghadapi pandemi covid-19.

Keputusan dan surat edaran ini ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tersebut mengatur tentang implementasi dan panduan terkait Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja, Perkantoran, dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi Covid-19.

Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoieng menuturkan bagi perusahaan industri manufaktur khusus di Batam sudah bersiap untuk menyesuaikan aktivitas bisnisnya dengan protokol kesehatan “New Normal” yang telah ditetapkan pemerintah.

“Bahkan sejak awal April, ketika terbitnya Permenkes Nomor 9 tahun 2020 dan Surat Edaran Menperin baik nomor 4 dan nomor 8, industri-industri telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah dalam tindakan preventif penularan Pandemi Covid-19 sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Contohnya dengan tetap melakukan physical distancing baik saat masuk kerja, saat bekerja dan saat pulang bekerja, melakukan pengukuran suhu dengan termogun dan mencuci tangan saat masuk kantor dengan hand sanitizer bagi setiap karyawan.

“Bagi yang masuk Kawasan industri di wajibkan untuk menggunakan masker serta pembentukan tim penanganan Covid-19 di lingkungan tempat kerja, kemudian dengan memasang spanduk informasi tentang wajib masker, pembatasan jaga pisik dan cuci tangan.

Menurut Tjaw, konsep “New Normal” ini telah menjadi sebuah kebiasaan sejak April 2020. Perusahaan industri tentunya juga ingin menjaga agar para karyawannya agar tetap sehat dalam bekerja sehingga tidak ada kendala dalam operasional kegiatan dan mobilitas di masing-masing industri.
 

“Menjadi penting bagi kita semua untuk terlibat secara aktif dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja serta dapat membantu meminimalkan dampak yang timbul terhadap keberlangungan dunia kerja sehingga penyebarannya dapat terkendali dengan baik dan roda perekonomian baik di Kepri maupun Batam pada khususnya dapat berjalan kembali walaupun pada situasi yang tentunya sangat berbeda sebelum adanya pandemi Covid-19,” pungkasnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu (27/5/2020).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s