Kunjungan Wisman Anjlok, Disbudpar Beralih Ke Pengenalan Kebudayaan Melayu

Pandemi Covid-19 di seluruh dunia berkotribusi besar terhadap terpuruknya sektor pariwsata di Batam. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Februari 2020 merosot 40,18 persen dibanding Februari 2019. Sedangkan secara keseluruhan untuk Kepri, penurunan wisman tercatat sebesar 46,63 persen.

“Penurunan jumlah wisman selama Februari disebabkan penurunan jumlah kunjungan wisman dari empat pintu masuk utama, yakni Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun. Dari Batam turun 39,23 persen dari bulan Januari. Sedangkan yang terbesar dari Tanjungpinang yang turun 69,21 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kepri, Rahmad Iswanto, Kamis (2/4/2020).

Untuk Batam, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 95.256, berkurang sekitar 64 ribu atau turun 40,18 persen persen dibanding Februari 2019 yang mencapai 159.248. “Sedangkan untuk Kepri di Februari, jumlah kunjungan wisman tercatat sebesar 124.465 atau turun 46,63 persen dibanding Februari 2019 yang tercatat sebanyak 233.194,” ungkapnya.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam. Ikon baru wisata religi di Batam

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata mengajak masyarakat untuk berdoa agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu. Mengenai situasi saat ini, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak.

“Karena kunjungan wisman turun sebab Corona, makanya sekarang beralih ke kebudayaan, seperti mengenalkan hidangan khas Melayu, seperti Lendot,” ungkapnya.

Ini juga sebagai upaya mempertahankan nilai budaya Melayu, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu, pasal 30 ayat 3, 4, dan 5 tentang hidangan makanan khas melayu.

“Lendot sangat lezat, perpaduan rasa di dalamnya sangat nikmat dan segar, semua kalangan pasti suka lendot. Jadi ini harus terus kita promosikan,” ucapnya.

Sedangkan, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Rafki Rasyid malah mengatakan perkiraan penurunan wisman malah kemungkinan lebih besar dari 50 persen.

“Apalagi jika nanti wabah virus Corona ini masih belum terkendali selama beberapa bulan ke depan.

Namun hal ini adalah musibah yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Karena bersifat Pandemi maka hampir seluruhnya sektor pariwisata di dunia kena imbas,” jelasnya.

Maka yang perlu diambil adalah langkah penyelamatan dan langkah bertahan untuk melewati ujian berat ini. Peran pemerintah sangat diharapkan agar rekan rekan yang bergerak di bidang usaha pariwisata ini mampu survive di tengah gempuran virus Corona ini.

“Kita yakin setelah Pandemi ini bisa diatasi maka sektor yang pertama bangkit dan akan booming adalah sektor pariwisata juga. Karena semua orang pasti jenuh dengan kondisi saat ini dan membutuhkan refreshing dengan berwisata,” tuturnya.

Namun bertahan dalam kondisi sulit ini tentunya tidak mudah. Rafki berharap beberapa insentif yang telah dikucurkan pemerintah dapat membuat pelaku usaha wisata ini mampu bertahan selama masa paceklik ini.

Pemerintah juga sebaiknya terus memperluas insentif dan menambahnya jika nanti pandemi virus Corona ini masih panjang waktunya.

“Harapan kita sektor manufaktur yang jadi andalan di Batam tidak akan terpengaruh cukup dalam ya. Karena jika sektor ini yang jatuh maka seluruh perekonomian di Batam akan ikut jatuh,” ungkapnya.

Pemerintah juga harus menyiapkan langkah antisipasi bagaimana agar sektor manufaktur tidak shutdown. Termasuk mempermudah masuknya bahan baku dan menyediakan tenaga ahli yang dibutuhkan oleh industri.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Jumat, 3 April 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s