Warga Batam, Ayo Ikut Melestarikan Sumber Air

Badan Pengusahaan (BP) Batam mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kelestarian dam-dam di Batam. Sebagai sumber air baku utama, dam menopang kehidupan warga Batam, sehingga perlu mendapat perhatian lebih.

Saat ini, lima dam aktif yang ada di Batam mulai mengalami penyusutan. Faktornya beragam, mulai dari musim kemarau, hingga campur tangan manusia yang merusak daerah tangkapan air (DAT) di sekitar dam.

“Dam kita dirancang untuk tujuan tunggal atau single purpose, yakni menyediakan air baku untuk masyarakat Batam. Dan bukan untuk tujuan lainnya, karena dam kita tak punya daya dukung untuk tambak ikan, keramba apung, apalagi pariwisata,” kata Manager Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, Selasa (2/6/2020).

Sayangnya, masih banyak warga yang belum menyadari peran vitalnya waduk bagi kehidupan di Batam. “Banyak pengaman dirusak, daerah tangkapan air (DTA) dirusak habis-habisan untuk kepentingan sosial. Jika terus seperti itu, maka dam juga tidak akan bertahan,” ujarnya.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang

Selain campur tangan manusia, keberadaan eceng gondok juga menggerus potensi dam seperti Dam Duriangkang. Eceng gondok yang tumbuh karena menyerap zat organik dari air limbah di dam telah tumbuh hingga menutupi 180 hektar dari area dam terbesar tersebut.

“Sejarah hilangnya Dam Baloi akan terjadi lagi kalau kita tidak sadar betapa pentingnya sumber air, sehingga pantas untuk dilindungi. Kalau daerah tangkapan air rusak, maka dam juga akan hilang,” paparnya.

Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 juta saat ini dan akan terus tumbuh, Batam memang hanya memiliki dam-dam sebagai andalan dalam memasok kebutuhan air. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja, tapi pertumbuhan jumlah penduduk serta industri dan jasa komersil mendorong Batam harus memiliki alternatif sumber daya air yang lain. Karena tingkat penggunaan air rata-rata untuk satu orang warga Batam saja mencapai 200 liter per hari.”Sangat boros,” imbuh Hadjad.

Kondisi Batam yang tidak memiliki sumber daya air yang melimpah, cukup rentan mengalami kekeringan. Dam-dam yang aktif saat ini bisa dilihat secara kasat mata, level permukaan air terus mengalami penurunan. Meski begitu, ketersediaan air bersih tetap harus sama-sama dijaga.

Berbagai cara akan dilakukan BP Batam untuk menambah sumber air dan mengamankannya. Dimulai dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang beroperasi di 2021, pembangunan pusat desalinasi atau pengolahan air laut jadi air tawar, kemudian penambahan dam-dam baru, pembersihan eceng gondok, patroli rutin yang dilakukan oleh petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, interkoneksi dam, teknologi modifikasi cuaca (TMC) berupa hujan buatan dan lain-lain.

“Makin lama sumber daya air semakin terbatas. Kalau tidak kita jaga, maka suatu saat nanti akan terjadi perang air. Dari sekarang, mari sama-sama menjaga sumber daya air kita,” harap Hadjad.

*Artikel ini sudah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 3 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s