Dunia Usaha Bersabar Menunggu Kondisi Membaik

Kalangan pengusaha di Batam menganggap era New Normal yang berlaku mulai hari (15/6) harus disikapi pemerintah dengan menerbitkan sejumlah insentif bagi dunia usaha. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk tetap fokus mengendalikan mata rantai penyebaran Covid-19

“Pertama harus diluruskan dulu bahwa kehidupan di Batam sudah menerapkan new normal semenjak wabah Covid-19 mulai diumumkan. Jadi tidak ada perbedaan signifikan sebenarnya di Batam ketika pemerintah pusat mengumumkan adanya new normal. New normal ini lebih ditujukan untuk daerah yang sebelumnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadi ada new normal setelah berakhirnya PSBB,” kata ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Minggu (14/6/2020).

Kalangan dunia usaha menilai langkah pertama yang harus dilaksanakan adalah pemerintah sebaiknya fokus dulu memastikan wabah COVID-19 sudah terkendali.

Mall Pelayanan Publik di Gedung Sumatera Promotion Centre sebagai tempat mengurus perizinan usaha. Dunia usaha di Batam bersabar menunggu kondisi membaik

Penyisiran sampai ke perumahan sebagaimana yang dilakukan Gugus Tugas selama ini sudah sangat bagus menekan penyebaran virus di Batam.

Selain itu, insentif terhadap dunia usaha harus diteruskan sampai akhir tahun agar tidak ada perusahaan yang gulung tikar. “Terutama untuk UMKM yang memiliki keterbatasan modal. Jika tidak diberi insentif maka kita khawatir akan banyak yang kolaps,” tuturnya.

Khusus untuk pariwisata, Rafki menyarankan agar bersabar dulu. “Promosi pariwisata ke luar negeri menurut saya jangan dulu. Karena orang saat ini masih enggan bepergian sampai mungkin nanti vaksin Corona benar-benar telah ditemukan,” ungkapnya.

Cara yang lebih bagus yakni mengedukasi masyarakat Batam dulu agar berwisata lokal dengan menginap di hotel dan resort yang ada di Batam dan sekitar Kepri.

“Intinya konsumsi rumah tangga harus didorong untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi. Demikian juga belanja pemerintah sebaiknya dipercepat kalau bisa dipercepat,” imbuhnya.

“Para pengusaha kita himbau untuk terus disiplin menjaga protokol kesehatan di perusahaan masing-masing. Jangan sampai istilah New normal membuat kita semua lengah,” ungkapnya lagi.

Sedangkan ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur mengaku pihaknya hanya bisa bersabar menunggu pulihnya dunia dari pandemi Covid-19. Mengenai New Normal juga tidak terlalu penting, karena pada dasarnya hotel-hotel di Batam sudah menjalankan protokol kesehatan sejak lama.

“Kalau kita berharap wisatawan mancanegara (wisman), saya bilang Januari baru bisa datang. Karena pintu masuk utama ke Batam, yakni dari Singapura masih menutup diri,” katanya.

Dunia perhotelan di Batam hanya bisa melihat dan menunggu perkembangan situasi. Tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali membuka lini bisnis baru agar bisa bertahan hidup.

“Sekarang masalah promosi. Nah mau promosi kemana kalau Singapura dan Malaysia tutup, apalagi domestik. Kalau boleh jujur, sekarang pangsa pasar itu sama sekali tak ada. Kalaupun ada, itu pelaku bisnis dari luar daerah yang datang ke Batam, tapi kan tidak banyak,” ungkapnya.

Selama vaksin belum ditemukan, ia memperkirakan bahwa negara-negara penyumbang wisman ke Indonesia masih akan menutup diri. “Sekalipun penerbangan buka, lalu dimana seat-nya,” imbuhnya.

Bersabar merupakan metode terbaik untuk memulihkan perekonomian Batam. Ia juga meminta agar pengawasan semakin ditingkatkan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit berbahaya ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Ardiwinata mengatakan pemerintah dan pengusaha harus bersabar menunggu membaiknya keadaan di Batam.

“Kita harus bersabar sambil mematuhi protokol kesehatan yang ada. Karena niat Pak Walikota itu agar Batam kembali menggeliat,” tuturnya.

Untuk saat ini, insentif kemudahan yang bisa diberikan Pemko Batam yakni relaksasi pajak hotel dan restauran selama tiga bulan.

“Kami juga mengimbau agar hotel dan restauran patuhi protokol kesehatan dengan menyediakan masker, hand sanitizer, kaca pembatas dan lain-lain.,” ungkapnya.

Situasi seperti saat ini akan berlangsung sampai vaksin Covid-19 ditemukan.”Jadi kita harus lebih disiplin serta berhati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu, era New Normal bagi kalangan pengusaha industri harus dimanfaatkan untuk menggaet investasi asing. Batam juga menjadi salah tujuan relokasi pabrik asal Amerika dan Jepang dari Tiongkok

“Peluang Kepri dalam menampung relokasi perusahaan asal Amerika maupun Jepang yang ada di Tiongkok sangat siap,” kata Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Ok Simatupang.

Ok yang juga Wakil Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengungkapkan bahwa Batam dan Karimun memiliki letak geografis yang paling strategis di jalur perdagangan internasional.

“Selain insentif yang telah diberikan sebagai kawasan perdagangan bebas dan tanpa mengesampingkan peran Singapura yang merupakan base logistik hub terbesar di dunia,” ujarnya lagi.

Kemudian dari sisi kawasan industrinya, dengan ketersediaan infrastruktur industri dan pengeloal kawasan industri sudah sangat teruji.

“Saat ini masih tersedia ratusan hektar lahan yang tersebar di tiap-tiap kawasan industri di Batam. Kemudian ada ribuan hektar di Bintan dan Karimun yang juga siap dikembangkan,” ungkapnya.

Menurut Ok, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai sebuah peluang di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda Batam. “Supaya perusahaan-perusahaan asing itu dapat merancang investasi di Batam, Bintan dan Karimun,” tuturnya.

Sedangkan Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing mengatakan dengan adanya rencana dari pemerintah untuk menggaet investor asal negeri Paman Sam dan negeri Sakura tersebut, maka pelaku industri di Batam menyambut baik.

“Tentu saja kami menyambut baik, karena peruntukan industri di Batam, Bintan dan Karimun sudah clear and clean. Jadi tidak ada lagi permasalahan terkait lahan, tinggal bagaimana memanfaatkan pembangunan gedung yang tersebar di masing-masing kawasan industri,” tuturnya.

Kawasan industri baik di Batam, Bintan maupun Karimun mampu mengakomodir jenis industri apapun.”Ya, tinggal kita lihat saja jenis industrinya seperti apa. Untuk infrastruktur dasar, infrastruktur industri dan sarana penunjang sudah sangat tersedia di masing-masing kawasan, tinggap tahap pembangunan saja yang memerlukan waktu sekitar enam hingga 10 bulan tergantung kapasitas yang dikehendaki,” ucapnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Senin, 15 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s