ATB Ikuti Lelang Pengelolaan Air dengan Senjata Baru

PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan mengikuti lelang pengelolaan air bersih yang akan digelar BP Batam awal Februari mendatang. Mantan pengelola air bersih Batam selama 25 tahun ini optimis bersaing dengan kontestan lainnya.

“Tim pengembangan bisnis ATB tetap siaga mempersiapkan lahir dan batin untuk bisa bersaing dalam lelang ini nanti,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Minggu (1/11/2020).

Ia memberikan catatan kepada BP Batam, bahwa lelang terbuka tersebut harus fair dan jangan mendiskreditkan salah satu kontestan. “Jangan ada syarat-syarat yang dikondisikan sehingga membuat posisi jadi sulit,” ucapnya.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waduk Duriangkang

Salah satu senjata pamungkas yang dipersiapkan ATB yakni pengembangan teknologi baru yakni teknologi pencatatan meter air pelanggan atau yang dikenal dengan Automatic Meter Reading (AMR). Pencatatan meter merupakan sebuah proses yang sangat penting dalam pelayanan untuk pelanggan.

Sebenarnya sudah banyak PDAM yang sudah menggunakan catat meter berbasis teknologi. Namun, karena sistem yang dibangun belum terintegrasi dengan baik, maka keakuratan hasil dari pencatatan sering memicu masalah antara PDAM dengan pelanggan.

Permasalahan terbesar adalah terjadi selisih antara pemakaian air dengan tagihan air yang harus dibayar.

“Pencatatan meter membutuhkan keakuratan yang tinggi. Karena itu sistem harus dibangun dan dikelola secara professional agar pelanggan dapat terlayani dengan baik dan tidak merugikan pelanggan,” ujarnya.

ATB membangun sistem Mobile Meter Reading (MMR) dan Automatic Meter Reading (AMR). Paduan hardware dan software yang di rancang untuk menghasilkan pembacaan meter lebih akurat.

Begitu juga pengiriman data bacaan secara realtime disertai bukti foto dan koordinat akan membuat data bacaan meter lebih mudah untuk dianalisa. Termasuk jika terjadi pemakaian air terlalu tinggi atau rendah rendah

“Kami juga dapat mengidentifikasi bila terjadi kebocoran jaringan pipa pelanggan. Ada kode peringatan bila ada kejadian khusus. Sehingga dapat dilakukan tindakan lebih cepat sebelum terjadi kerugian yang lebih besar,” jelas Maria

Dengan sistem yang dikembangkan oleh ATB, petugas tidak hanya diharuskan meng-input data penggunaan air pelanggan, namun juga diwajibkan melampirkan foto aktual dari meter air tersebut, sehingga hasil pembacaannya lebih akurat.

Sistem catat meter berbasis digital memungkinkan ATB untuk menggunakan piranti dengan frekuensi radio dan GPS. Sehingga, dapat menjangkau area yang luas dan tempat yang sulit. Melalui alat tersebut, petugas dapat mengetahui konsumsi dan debit air setiap pelanggan meski tidak datang ke lokasi.

“Melalui teknologi tersebut, data pemakaian air dari setiap pelanggan dapat ditampilkan secara informatif dan real time,” pungkas Maria.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Senin, 12 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s