Ekspor Ikan Tetap Stabil Saat Pandemi

Ekspor ikan Batam di tengah Pandemi Covid-19 tetap berjalan. Berdasarkan data Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Jaunari-Agustus 2020, total ekspor komoditas perikanan tercatat 4.498,7 ton komoditi mati/segar dan 825.377 ekor komoditi hidup. Nilainya mencapai Rp 187,8 miliar.

“Untuk 2020 ini, meskipun kondisi memprihatinkan akibat pandemi Covid-19, ekspor hasil perikanan tujuan Singapura tetap berjalan. Namun memang terjadi penurunan,” kata Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, baru-baru ini.

Ia menyebutkan, jenis hasil perikanan yang diekspor antara lain ikan kerapu, tenggiri, ketarap, kaci, baronang, manyung, selar, kembung, tongkol, mata besar, dingkis, bawal hitam, ekor kuning. Kemudian kerang, gonggong, udang, dan sirip hiu kering.

Sementara, untuk komoditi hidup yaitu lobster, kepiting bakau, rajungan, betutu, udang belalang, dan lobster air tawar.

Agung menyebutkan, ekspor perikanan dan hasil laut lainnya di Batam melalui delapan pintu. Yakni Pelabuhan Laut Belakangpadang, Pelabuhan Laut Batam Centre, Punggur, Batuampar, Sekupang, Sagulung, Rempang, serta Sertifikasi Bandara Hang Nadim.

Namun, dari delapan pintu keluar ekspor perikanan itu, masih sangat bergantung dari pelabuhan laut di Belakangpadang.

Berdasarkan data SKIPM Batam di 2019, ekspor hasil perikanan melalui Belakangpadang tercatat 2.085.820 Kg (2.085 Ton) untuk komoditi segar/mati dan 142.576 ekor untuk komoditi hidup. Nilainya mencapai Rp 141,83 miliar.

Dibandingkan dengan volume ekspor hasil perikanan periode Januari-Oktober 2020 terjadi penurunan. Januari-Oktober 2020 tercatat 1.966.505 Kg (1.966 Ton) untuk komoditi mati/segar dan 262.408 ekor untuk komoditi hidup. Nilainya mencapai Rp 66,37 miliar.

Ia menambahkan, Kecamatan Belakangpadang yang berbatasan langsung dengan Singapura menjadikan kecamatan ini sebagai salah satu kecamatan perbatasan di Indonesia. Terdapat tiga pulau terluar dan enam titik garis pangkal wilayah Kepulauan Indonesia di Kecamatan Belakangpadang.

Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Nipah, Pulau Pelampong, dan Pulau Batu Berhanti (Perpres 78/2005). Sedangkan enam titik garis pangkal wilayah Kepulauan Indonesia terdapat di Pulau Nipah (2 titik), Pulau Pelampong (1 titik), Pulau Batu Berhanti (1 titik), Karang Helen Mars, dan Karang Benteng (PP 38/2002).

Agung berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir, supata perekonomian global segera membaik lagi, sehingga bisa mendorong dan meningkatkan ekspor perikanan asal Batam.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, 1 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s