Lama Tak Direnovasi, Pengembangan Pelabuhan Batuampar Segera Dilelang

Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melanjutkan lagi lelang pengembangan Pelabuhan Batuampar tahun ini. Lelang ini tengah dipersiapkan oleh Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam. Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Nelson Idris berharap lelangnya dapat digelar di semester pertama 2021.

Nelson mengatakan pihaknya membuka kesempatan untuk mengembangkan Pelabuhan Batuampar. Siapkan rencana bisnisnya. Rencana bisnis jangan sampai keluar dari rencana induk pembangunan (RIP). Kemudian dananya, dibuktikan dengan bank garansi dan lainnya.

Pengembangan Pelabuhan Batuampar sudah ditetapkan dalam RIP 2020. Dimulai dari pengembangan jangka pendek dengan rentang waktu 2021-2025. Rencananya akan dimulai dari perkuatan dermaga utara sepanjang 700 meter, pembangunan lapangan peti kemas seluas 2 – 10 hektar, perkuatan dermaga utara lama sebagai terminal multi purpose sepanjang 408 meter dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 Low Water Spring (LWS).

Pelabuhan Batuampar

Dari segi suprastruktur, BUP BP Batam akan melakukan pengadaan peralatan bongkar muat berupa dua unit gantry crane, lima unit trantainer untuk kegiatan multi purpose di dermaga timur, dua unit reach stacker, dua unit top loader, 10 unit head truck dan 20 unit chassis.

Dengan pengembangan jangka pendek ini, diharapkan pada 2025, arus peti kemas di Pelabuhan Batuampar mencapai 1,8 juta TEUs, dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3 ribu TEUs atau kapal generasi ketiga untuk angkutan peti kemas domestik.

Meski bertahap, BP Batam optimis dengan pengembangan seperti ini, dapat mengantarkan Pelabuhan Batuampar sebagai green port percontohan di Indonesia.

Ia juga menuturkan bahwa BP Batam sedang merancang penerapan teknologi digital Terminal Operating System (TOS). Digitalisasi TOS tidak hanya meningkatkan pelayanan, tapi juga menghemat pengeluaran biaya operasional pengguna jasa yang dapat menurunkan biaya logistik.

Sementara itu, karena terdampak pandemi Covid-19, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 2020 yang diterima pelabuhan BP Batam turun sekitar 5,4 persen dibanding PNBP 2019. Realisasi penerimaan pelabuhan sepanjang 2020, mencapai Rp 339,4 miliar. Rinciannya terdir dari PNBP sebesar Rp 278,5 miliar dari kegiatan pelabuhan barang dan Rp 60,9 miliar dari kegiatan di pelabuhan penumpang.

Ia berharap, tahun 2021 ini, beberapa kegiatan yang masih belum maksimal dilaksanakan, seperti kegiatan KSO Bunkering BBM di Pelabuhan Batuampar dan Kabil, ship to ship (STS) dan floating storage unit (FSU) dan pemanfaatan dermaga selatan Batuampar, yang tengah dalam proses perbaikan, maka dapat menggenjot pendapatan pelabuhan barang meningkat hingga Rp 416 miliar.

Sementara di sektor pelabuhan penumpang, lewat kebijakan Travel Corridor Arrangement/Reciprocal Green Lane (TCA/RGL) yang berlaku sejak Oktober 2020, Nelson berharap pelaku bisnis akan kembali memanfaatkan fasilitas itu sehingga arus penumpang mengalami peningkatan. Nelson memprediksi jika berjalan maksimal, maka akan mendatangkan PNBP sebesar Rp 101,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s