WNA Lebih Mudah Beli Rumah di Batam

Badan Pengusahaan (BP) Batam telah memasukkan usulan menarik, dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang integrasi Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Usulan tersebut bertujuan memperkuat bisnis properti di Batam, yakni usulan keringanan bagi warga asing yang ingin membeli properti di Batam.

“Dalam rancangan RPP tersebut yang merupakan turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, kami usulkan agar ada fasilitas imigrasi yang beri kemudahan imigrasi bagi investor pribadi. Misalnya yang mau beli properti,” kata Deputi III BP Batam, Sudirman Saad, Jumat (22/1/2020).

Bentuk kemudahan tersebut berupa izin tinggal tetap, untuk warga asing yang beli properti dengan nilai minimal Rp 3 miliar. “Di Johor itu Rp 3,5 miliar, maka kami usulkan yang beli rumah minimal Rp 3 miliar, agar dapat izin tinggal tetap,” ungkapnya.

Ilustrasi Pemukiman

Ia yakin, dengan kebijakan seperti itu, akan mampu memperluas pasar properti di Batam. “Dan tentu dengan integrasi Batam, Bintan dan Karimun, kebijakan tersebut akan berlaku juga di Bintan dan Karimun. Ini insentif yang kita coba kondisikan, agar pasar properti kita bergerak,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Achyar Arfan menyebut salah satu kebijakan kemudahan kepemilikan apartemen bagi warga negara asing (WNA) sudah diakomodir dalam UU Ciptaker.

“Minat orang asing khususnya ekspatriat maupun investor akan meningkat karena kebijakan baru ini. Benar, aturan ini tertuang dalam UU Ciptaker Pasal 144 Ayat 1 terkait hak milik rusun (apartemen),” ujar nya.

Adapun kebijakan baru tersebut, yakni WNA dapat memperoleh hak milik atas gedung, dimana ia membeli apartemen.

“Dulu, WNA beli satu unit dari 200 unit apartemen. Nah, ketika sudah dibeli, maka strata title untuk 199 unit lainnya turun dari Hak Guna Bangunan (HGB) jadi hak pakai saja. Jadi, bagi pengembang apartemen memang tak terlalu berniat untuk mempromosikan apartemennya kepada WNA,” ungkapnya.

Fakta tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang rumah susun (rusun). Apartemen, kondominium, dan sejenisnya digolongkan rusun.

Namun, dengan kebijakan baru dalam UU Omnibus Law ini, maka ketika WNA membeli satu unit apartemen, tidak akan mengganggu status unit lainnya yang dimiliki warga negara Indonesia (WNI).

Achyar mengatakan, hal tersebut merupakan terobosan yang bagus, meskipun WNA masih dibatasi hanya bisa membeli properti dengan batas luas 200 meter persegi.

”Saya yakin dengan begini, pasar properti di Batam akan melesat. Potensinya sangat besar, terutama dalam menarik minat WNA dari Singapura,” ucapnya.

Meski sangat kecil, Singapura merupakan salah satu negara terkaya di dunia, di mana pendapatan per kapita masing-masing penduduknya merupakan salah satu yang
tertinggi di dunia.

”Banyak dari mereka (warga Singapura, red) yang ingin memiliki rumah kedua sebagai tempat istirahat. Dari dulu mereka sudah mau, peluangnya ada, tapi banyak peraturan yang mencegat,” tuturnya.

Sebelumnya, warga negara asing tidak bisa mendapatkan hak milik untuk rusun. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia, mereka hanya diberi izin dalam bentuk hak pakai atas rusun.

Pada Pasal 5 PP tersebut dijelaskan orang asing diberikan hak pakai untuk rumah tunggal pembelian baru dan hak milik atas sarusun (satuan rumah susun) di atas hak pakai untuk sarusun pembelian unit baru.

Untuk rumah tunggal, warga negara asing diberikan hak pakai untuk jangka waktu 30 tahun. Hak pakai itu dapat diperpanjang untuk jangka waktu 20 tahun.

Jika perpanjangan berakhir, maka hak pakai dapat diperbarui untuk jangka waktu 30 tahun.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Sabtu, 23 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s