Masjid Berpotensi untuk Menggerakkan Ekonomi Masyarakat kecil

Potensi masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat kecil tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, potensi zakat di Kepri sebesar Rp 428,9 miliar per tahun. Dan saat ini, baru tercapai 14,78 persen, atau Rp 63,4 miliar di tahun lalu.

Adapun lembaga pengumpul Zakat Maal dan kemudian mendistribusikannya yakni Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Tahun lalu, Baznas mengumpulkan Rp 36,2 miliar, sedangkan LAZ Rp 27,1 miliar.

“Masjid memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan untuk menggerakan ekonomi masyarakat. Tentunya melalui pengoptimalan zakat, infaq dan sedekah. Untuk bisa kesana, harus bisa manfaatkan potensi yang ada, paling tidak Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) punya kapasitas mengelola dana yang baik,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Senin (1/2/2021).

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam

Kepri memiliki 1.848 masjid dan 1.490 mushalla. Jumlah terbanyak berada di Batam yakni dengan 821 masijd dan 606 mushalla. “Kami lihat beberapa masjid sudah memiliki usahanya sendiri. Contohnya Masjid Darul Falah di Batamindo bisa jadi percontohan ekonomi berbasis masjid,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa masjid di kawasan industri tersebut, sudah menciptakan ekosistem ekonomi yang ditandai dengan kehadiran minimarket dan koperasi. “Kuliner juga sebenarnya bisa dijalankan, dengan menggandeng UMKM. Majelis taklim sering mengadakan acara pengajian, dan masjid bisa suplai makanan dan minuman ke acara itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sindikasi Data dan Informasi Indonesia, Rafki Rasyid mengatakan masjid memiliki banyak potensi ekonomi yang belum tergali secara optimal.

“Kami lihat potensi masjid sangat besar, tapi belum mampu manfaatkan dana zakat, infaq dan sedekah. Dana umat tersebut hanya bisa dikumpul di bank, tapi tak diputar untuk menggerakkan ekonomi,” jelasnya.

Sebagai pilar dasar ekonomi syariah, masjid dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan, yang dapat merangkul rakyat kecil di sekitarnya. “Misalnya buka usaha air minum isi ulang yang bisa dimanfaatkan jamaahnya. Untuk karyawannya, bisa manfaakan warga yang menganggur di sekitar masjid,” tuturnya.

Sebagai yayasan sosial, maka Rafki dan timnya akan berupaya memberikan bimbingan dan pendampingan. Serta menghubungkan masjid dengan pasar dan pemerintah. “Kami akan jadikan satu atau dua masjid per kabupaten kota untuk pilot projek, agar bisa ditiru masjid lain,” pungkasnya.

*Artikel ini telah tayang di portal batampos.id, Selasa, 2 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s