Pandemi Covid-19 Melanda, Kontainer Pun Jadi Langka

Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global, menyebabkan kelangkaan kontainer terjadi di seluruh penjuru dunia, dalam beberapa bulan terakhir. Di Batam, efeknya sangat terasa, karena menghambat produksi industri yang sangat tergantung dari bahan baku industri yang diimpor dari luar negeri.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing mengatakan kelangkaan kontainer ini berlaku untuk kontainer impor dari luar negeri.

Ia mengungkapkan di Singapura, memang terjadi kelangkaan. Kelangkaan ini berasal dari Jepang, Thailand dan China. Awal mulainya karena terganggunya suplai kontainer secara global. Sehingga menyebabkan waktu tunggu pengiriman barang tertunda tiga hingga empat minggu.

Ilustrasi Kontainer

Karena kelangkaan tersebut, harga pengiriman kontainer naik 2,5 kali lipat. Kontainer bergerak dari Singapura ke China, kemudian ke Jepang, kembali ke Singapura lagi. Kontainernya yang masuk ke sana banyak, tapi yang keluar sedikit.

Menurut Tjaw, kelangkaan kontainer merupakan kejadian normal tiap tahunnya. Tapi, karena pandemi yang sedang melanda dunia, kelangkaan terjadi hampir di seluruh dunia.

Karena pandemi, daya beli menurun, sehingga permintaan pun berkurang. Sebenarnya, ini siklus tahunan, tapi karena pandemi jadi meluas.

Kelangkaan kontainer impor, juga berdampak pada pengiriman ekspor barang produksi Batam yang menggunakan kontainer. Barang produksi biasanya ontime, jadinya tiga minggu baru sampai. Secara kontinu, akan berpengaruh terhadap produksi.

Sementara itu, Ketua Indonesia National Shipyard Association (INSA) Batam, Osman Hasyim mengungkapkan bahwa perusahaan kontainer yang berafiliasi dengan INSA, memang melaporkan hal tersebut.

Kelangkaan kontainer karena banyak yang menumpuk di negara. Kalau di dunia, banyak menumpuk di Afrika. Makanya, hanya sedikit bahan baku industri yang masuk ke Batam.

Karena hanya sedikit kontainer yang masuk, sangat menganggu produksi. Jadinya hanya ada dua pilihan, yakni perusahaan beli kontainer baru, atau beli dari perusahaan penyediaan kontainer dengan harga tinggi.

Sedangkan Direktur Industri Kabil Terpadu, Peter Vincent mengatakan kelangkaan kontainer disebabkan karena kapal-kapal mother vessel yang mengarungi samudra, mulai mengurangi intensitas berlayar.

Perusahaannya sedang menghemat biaya operasi, sedangkan volume permintaan menurun. Makanya kapal yang mengangkut kontainer banyak yang diistirahatkan.

Produksi yang menurun, ditambah jadwal pengantaran yang sedikit, membuat kelangkaan kontainer. Dan kalaupun ada, harga pengirimannya akan mahal.

Sedangkan di industri migas, jarang menggunakan kontainer. Jadi tidak terlalu berpengaruh.

Sejatinya, karena pandemi, operasional kapal angkut berukuran besar dikurangi demi memangkas biaya operasional. Perusahaan lebih memilih mengoperasikan kapal angkut kecil. Saat kapal yang digunakan lebih kecil, kapasitas pengangkutan kontainer semakin terbatas juga. Demikian juga untuk pengangkutan kontainer kosong.

Di samping itu, kelangkaan juga disebabkan masih belum normalnya aktivitas pelabuhan dan angkutan darat di sejumlah negara. Ini menghambat pengembalian kontainer ke kapal angkut.

Di tengah kelangkaan ini, pelaku usaha diganjar meroketnya biaya angkut. Menurut Freightos Baltic Index (FBX), biaya kontainer 40 kaki atau forty-foot equivalent unit (FEU) sudah menyentuh 2.652 dolar AS/FEU per pekan pertama Desember 2020 atau naik 102 persen dari Desember 2019 yang berkisar 1.315 dolar AS/FEU.

Selain itu, biaya angkut ke Amerika Serikat mengalami kenaikan 2-3 kali lipat. Biasanya pengusaha hanya membayar 4.000 dolar AS/FEU, kini menjadi 8.000-10.000 dolar AS/FEU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s