Garuda dan Pertamina Dukung Pengembangan Hang Nadim Sebagai Hub Logistik

Garuda Indonesia dan Pertamina mendukung penuh pengembangan Bandara Hang Nadim, sebagai hub logistik di Indonesia. Sebagai hub logistik, dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan membantu peningkatan kegiatan ekspor dan impor lewat bandara.

“Garuda Indonesia siap untuk mendukung program Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam meningkatkan pertumbuhan investasi dan ekonomi melalui program kegiatran ekspor dan impor di Hang Nadim,” kata Direktur Komersial dan Kargo Garuda Indonesia, Mohammad R Pahlevi, Selasa (2/2/2021).

Sementara itu, VP Aviation Fuel Business Pertamina, Kusumo Wibowo mengatakan bahwa Pertamina dapat melihat potensi dari pengembangan Bandara Hang Nadim.

Landasan parkir Bandara Internasional Hang Nadim

“Pertamina melihat potensi dan celah yang dapat ditingkatkan dan dukung mendukung program BP Batam, dalam menurunkan biaya ekspor dan impor melalui Hang Nadim,” katanya.

Sementara itu, Direktur Logistik Infinion Technologies Batam, Aldrin Purnomo berharap program tersebut cepat terealisasi.

“Kami berharap rencana kegiatan ekspor dan impor melalui Hang Nadim, dapat terealisasi, karena itu akan menekan biaya dan waktu transit lebih rendah,” paparnya.

Menurut Aldrin, untuk saat ini semua perizinan dokumen sudah terlaksana dengan baik, karena dilakukan secara online, sehingga mempermudah kerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai.

Sementara itu, Deputi IV BP Batam, Shahril Japarin mengungkapkan, BP Batam memang berupaya mencari terobosan baru, agar kegiatan pengiriman kargo bisa terus berjalan, saat pendemi masih berlangsung.

“Kedepannya kami akan mengembangkan lagi dengan berusaha membuka rute penerbangan internasional ke berbagai negara. Dari sisi kargo, Bandara Hang Nadim pada tahun 2020 melayani kargo sebesar 24.201 ton, pergerakan kargo ini tidak lepas dari perusahaan-perusahaan di Batam yang melakukan pengiriman melalui Bandara Hang Nadim,” katanya.

Pengembangan Hang Nadim tahun lalu, meliputi pembangunan Taxiway dan Apron pada Runway 04, pembangunan Terminal Kargo seluas 9 ribu meter persegi, pembangunan jalan akses terminal kargo sepanjang 1,5 kilometer, revitalisasi jaringan listrik terminal 1, dan melakukan overlay landasan pacu.

Semua kegiatan tersebut bertujuan mendukung kegiatan kargo udara langsung dari Batam ke luar negeri.

“BP Batam juga akan melakukan revitalisasi terminal 1, di mana direncanakan luasan pengembangan terminal 1 mencapai 39 ribu meter persegi dan dapat mengakomodasi hingga 10 juta penumpang per tahun,” ungkapnya.

Selain itu, BP Batam juga merencanakan pembangunan terminal 2 bandara, dengan rencana penyelesaian selama 36 bulan, dengan estimasi biaya investasi mencapai 375 juta dolar Amerika. Terminal 2 ini didesain sanggup menampung penumpang hingga 10 juta penumpang per tahun.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 3 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s