Merugi Karena Pandemi, Empat Hotel di Batam Dijual

Pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda usai, membuat manajemen sejumlah hotel di Batam mengambil langkah ekstrim, yakni menjual hotelnya.

“Empat hotel dari hotel bintang satu hingga empat mau dijual. Mereka sudah tidak sanggup lagi, karena harus menanggung beban operasional yang berat di tengah pandemi,” kata ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, Selasa (16/2/2021) di Kawasan SP Plaza, Batuaji.

Ia tidak mau menyebut nama-nama hotelnya, tapi yang jelas pembicaraan mengenai penjualan hotel sudah berlangsung dari mulut ke mulut dengan cepat.

Ilustrasi Hotel

“Ada yang berprinsip sudah tidak sanggup lagi, lebih baik jual saja. Tapi, ada juga yang mengaku mencoba menjalani saja dulu, kalau ada yang mau beli, ya kasih saja,” tuturnya.

Menurut Mansur, menjual hotel merupakan opsi terbaik, dibanding dari menutup hotel secara permanen, maupun sementara waktu. Contohnya, Hotel Nagoya Plaza, GGI Hotel, Nipah Island dan Hotel Merlion Batuaji.

“Mengenai nasib karyawannya, hanya tuhan yang tahu,” imbuhnya.

Menjual hotel merupakan opsi terakhir yang ditempuh, karena beratnya biaya operasional, khususnya cicilan ke bank. Menurut Mansur, perbankan sama sekali tidak memberikan kemudahan bagi hotel, untuk meringankan bebannya.

Contohnya, jika perbankan memberikan cuti bayar selama enam bulan, maka pada bulan ketujuh, tagihan selama enam bulan sebelumnya ditambah denda dan bunga harus dibayar. “Pemilik hotel bisa bangkrut, karena beban berat,” tuturnya.

Satu lagi, faktor yang menyebabkan keterpurukan hotel semakin bertambah yakni kehadiran villa, kondominium dan apartemen yang menawarkan sewa lebih murah.

“Tarif long stay weekend di hotel bintang empat paling murah itu Rp 18 juta sebulan. Sedangkan villa menawarkan Rp 10 juta. Di kondominium dan apartemen tipe 21 studio, malah lebih murah lagi hanya Rp 5 jutaan,” ungkapnya.

Keuntungan lainnya, hotel kena pajak dari transaksi jual beli, sedangkan villa, kondominium dan apartemen yang dimiliki pribadi, tidak dikenakan pajak.

Saat ini, strategi yang digunakan hotel agar bisa bertahan, yakni mengurangi karyawan, lalu merekrut anak magang, yang baru lulus dari sekolah perhotelan. “Lebih baik ambil anak magang saja, terus dikasih insentif. Mereka juga sudah terlatih karena lulusan D3 sekolah perhotelan. Jadi ini merupakan strategi efisiensi yang diterapkan hotel-hotel,” ucapnya.

Mansur juga mengungkapkan ada kabar baik dari sektor galangan kapal. Proyek Pertamina dan Kementerian Pertahanan yang ramai-ramai buat kapal di Batam menguntungkan hotel-hotel di seputar Batuaji dan Sagulung.

“Karena ada teknisi dari luar yang masuk ke Batam. Jadi diinapkan di hotel. Kadang ada perusahaan yang sewa empat atau lima kamar, tapi ada juga yang puluhan kamar,” terangnya.

Saat ini, hotel lebih fokus pada segmen offshore, migas dan shipyard, untuk mendapatkan tamu. “Dari sektor MICE dan pariwisata, mana ada lagi. Mereka mengadakan pertemuan secara daring, daripada harus berkumpul di dalam hotel,” ungkapnya.

Sementara itu, Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri di November 2020 rata-rata berada di angka 24,64 persen atau naik 3,05 poin dibanding TPK Oktober 2020 yang tercatat sebesar 21,59 persen.

“Namun, jika dibandingkan dengan TPK hotel tahun 2019, justru turun 56,56 persen. Selanjutnya bila dilihat menurut klasifikasinya, TPK hotel berbintang empat pada November 2020 mencapai 26,27 persen dan merupakan TPK tertinggi di bulan itu. Sedangkan TPK terendah di November 2020 yaitu hotel bintang dua sebesar 19,96 persen. Sementara itu, untuk semua hotel bintang lima di November 2020, tidak menerima tamu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Agus Sudibyo.

Sedangkan jika dilihat dari rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada November 2020 adalah 1,42 hari, atau turun 0,07 poin dibanding Oktober 2020.

“November 2020, rata-rata lama menginap tamu Indonesia mencapai 1,39 hari atau lebih rendah 1,24 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,63 hari,” ujarnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 17 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s