Lelang SPAM Batam Dibuka Awal Maret

Lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam akan segera diumumkan pada awal Maret 2021.

Saat ini, proses persiapan lelang sudah memasuki tahapan review draft kontrak perjanjian. “Kami tengah mereview, baru setelah itu Kejaksaan Tinggi (Kejati) minta review juga. Arahan dari pimpinan (Kepala BP Batam), diumumkan awal Maret,” kata Ketua Tim Pengendali Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPAM Batam, Arham S Torik, Selasa (23/2/2021) di Gedung BP Batam.

Rencana pengumuman lelang akan dibuka pada 2 Maret, tapi ini masih tentatif. “Soalnya setelah dari Kejati, akan dibawa ke rapat pimpinan tanggal 26 nanti, lalu dilapor ke Dewan Pengawas (Dewas) BP Batam. Kalau sudah oke, maka 2 atau 3 Maret diumumkan,” ungkapnya.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang

Format terbaru dari lelang tidak ada yang berubah. Lelang akan dilaksanakan dua kali untuk menentukan dua pemenang yang akan mengelola sektor hulu dan hilir dari SPAM Batam.

Ia menjelaskan, pengelolaan di hulu dimulai dari daerah tangkapan air (DTA), waduk, hingga instalasi pengolahan air (IPA).

“Sedangkan hilir dari Non Revenue Water (NRW), distribusi air bersih hingga pelayanan,” terangnya.

Dengan pembagian hulu dan hilir, maka BP Batam akan mengadakan dua tender.

“Siapa pun itu (pemenang lelang), tidak boleh kuasai dari hulu sampai ke hilir. Swasta hanya semata-mata sebagai operator dan pemeliharaan saja,” ucapnya.

Mengenai jangka waktu kerja sama, BP Batam mengusulkan selama 30 tahun. Namun, dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPP) menganggap jangka waktu 30 tahun itu terlalu lama. Alasannya karena kerja sama ini bersifat operasional dan pemeliharaan saja. Sehingga BP Batam masih perlu mengkajinya.

Arham yang juga Direktur Restrukturisasi BP Batam ini juga memaparkan bahwa dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41/2021 tentang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB), maka tugas BP Batam semakin bertambah.

“Dalam PP ini, perawatan daerah tangkapan air (DTA) kembali ke BP Batam dari Kementerian Kehutanan. Jadi dana yang ada akan dialokasikan untuk menjaga DTA, kemudian juga untuk penanganan limbah,” paparnya.

Sebelumnya, dalam setahun BP Batam mengalokasikan Rp 30 miliar untuk perawatan DTA. Selama ini, air hanya dikuras, tapi tanpa memperhatikan kondisi DTA. Belajar dari kesalahan yang lalu, Arham meminta warga Batam juga ikut menjaga DTA, agar tetap aman. “Karena DTA itu menjaga waduk, dan waduk merupakan sumber utama air kita,” tutupnya.

*Artikel ini telah terbit di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 24 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s