Kebijakan Tunda Bayar UWTO Lima Tahun, Dimanfaatkan Pengusaha Batam

Kebijakan Grace Periode atau masa tenggang pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) selama lima tahun, sudah mulai dimanfaatkan kalangan pengusaha.

Deputi III BP Batam Anggota Bidang Pengusahaan, Sudirman Saad mengatakan salah satu pengusaha lokal ternama Batam sudah memanfaatkan relaksasi kebijakan tersebut.

“Sudah ada grup lokal. Tapi mereka mau bayar sepertiga dulu di depan, nanti dua per tiga sisanya dibayar setelah lima tahun,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Penudaan pembayaran UWTO tersebut disebut dengan grace period. Pemohon alokasi lahan baru bisa mendapatkan grace period, ketika memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Pertama, penanaman modal yang dilakukan dalam jangka panjang dan terkait dengan perubahan struktur perekonomian Indonesia yang lebih berdaya saing.

Landmark Welcome to Batam. Kebijakan tenggang pembayaran UWTO sudah dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha di Batam

Kedua, penanaman modal dengan tingkat risiko penanaman modal yang memerlukan pengembalian modal dalam jangka panjang, sesuai dengan jenis kegiatan penanaman modal yang dilakukan.

Dan terakhir, penanaman modal yang tidak
mengganggu rasa keadillan dan tidak merugikan kepentingan umum.

Grup lokal dari Batam ini, membayar UWTO untuk lahan di Tembesi, Batuaji. “Mereka mau bangun kawasan industri, sesuai yang tertera di proposalnya,” ungkapnya.

Grace Periode juga dimanfaatkan oleh para pengembang, yang dulunya sudah membayar cicilan UWTO sebesar 10 persen, antara 2014 – 2016.

“Kadin Kepri yang bantu menyampaikan aduan dari pengembang Batam, agar yang sudah bayar 10 persen UWTO bisa mengajukan untuk mendapatkan Grace Periode,” tuturnya.

Sudirman menjelaskan jumlah perusahaan yang sudah membayar UWTO 10 persen sebanyak 120 perusahaan. Mereka belum mendapat legalitas lahannya dari BP Batam, karena tanah yang dimohonkan banyak yang tersangkut status hutan lindung.

“Sementara ada juga 600 milik pribadi yang sudah bayar UWTO 10 persen. Mereka-mereka ini yang mengajukan minta relaksasi gunakan skema grace periode. Bagi kami, ini salah satu cara selesaikan PR masa lalu. Bahkan ada juga yang sudah bayar lunas UWTO 30 tahun, tapi belum pegang surat, akan dicarikan solusinya, ungkapnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Sabtu, 27 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s