Pengelolaan SPAM Batam Diminati Enam Perusahaan Nasional

Enam perusahaan nasional menaruh minat terhadap pengelolaan air di Batam, bahkan sudah menyatakan keinginannya sejak jauh-jauh hari sebelum lelang dibuka.

Keenam perusahaan tersebut yakni Adhya Tirta Batam (ATB), Moya Indonesia, Suez, PP Persero, Adaro Tirta Mandiri dan Krakatau Tirta Industri (KTI).

“Kami perbolehkan kontestan untuk mengikuti lelang hulu dan lelang hilir dari pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Mungkin seluruh peserta akan ikut dua-duanya, tapi tidak boleh menang di keduanya,” kata Ketua Tim Pengendali Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPAM Batam, Arham S Torik, Minggu (13/3) kepada Batam Pos.

Menurut Arham, Badan Pengusahaan (BP) Batam membutuhkan dua mitra yang cakap dalam menangani SPAM Batam, mulai dari sektor hulu seperti mengelola urusan produksi air baku, mengurus daerah tangkapan air (DTA), hingga ke sektor hilir seperti distribusi air hingga layanan pengaduan pelanggan.

“Syarat utamanya baik di lelang hulu maupun hilir yakni sudah pernah mengelola air sebanyak 3 ribu liter per detik,” paparnya.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang

Lelang ini, kata Arham merupakan yang pertama di Indonesia. Sehingga prosesnya diharapkan dapat berjalan dengan optimal, agar menjadi contoh sukses bagi penerapan lelang yang sama di daerah lainnya di Indonesia.

“Ini lelang pertama kali di Indonesia. Ada lelang hulu dan hilir. Jadi kemungkinan akan ada konsorsium, karena yang punya pengalaman mengelola DTA itu sangat sedikit,” paparnya.

“Sementara yang sudah biasa kelola pelanggan itu, ATB, Moya, dan Suez. Suez ini ikut saat lelang transisi dan sudah menyatakan minat. PP mungkin ikut, tapi dalam konsorsium,” ungkapnya.

Sementara mengenai kapan waktu lelang, Arham menyebut dalam beberapa hari lagi akan dapat info dari Dewan Pengawas BP Batam. “Dari pengawas, masih ingin kontraknya direview oleh International Law Firm atau kantor hukum yang punya reputasi internasional,” ungkapnya.

Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi gesekan antara dua pemenang di sektor hulu dan hilir nanti dalam mengelola SPAM Batam. Misalnya, ketika pasokan air tidak lancar dari pengelola hulu, maka masyarakat yang hanya tahu bahwa air harus mengalir akan menyalahkan pengelola hilir. Sementara pengelola hilir juga bergantung pada pasokan air dari hulu.

Lalu, suatu saat pasokan air lancar, tapi distribusi air kacau. Gesekan-gesekan seperti ini sangat rawan terjadi. Tapi, Arham menyebut BP Batam sudah menemukan solusinya.

“Sebagai pengelola utama SPAM Batam, BP Batam sudah punya mekanisme pinalti untuk mengatasi ini. Kesalahan di hulu akan dicas ke hilir, dan sebaliknya. Jadi kemungkinan gesekan yang akan merugikan salah satu pihak sudah diantisipasi,” ungkapnya.

“Tapi pengawas minta diatur dengan dasar yang kuat. Jadi butuh semacam review dari International Law Firm,” tuturnya.

Mengenai jangka waktu operasi dan pemeliharaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan 15 hingga 20 tahun. Ada kemungkinan BP Batam akan mengikuti rekomendasi tersebut. “Masalah waktu ini masih tentatif. Kami menunggu arahan pimpinan,” ungkapnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Selasa, 16 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s