Cuaca Buruk, Risiko Peningkatan Harga Komoditi di Awal 2022

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Januari 2022 diperkirakan akan mengalami inflasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain peningkatan curah hujan dan gelombang laut.

“Beberapa risiko peningkatan inflasi yang perlu diwaspadai pada Januari ini antara lain, penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang berpotensi mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan konsumsi masyarakat,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Selasa (4/1/2022).

Kemudian, peningkatan curah hujan dan gelombang laut berpotensi memicu penurunan pasokan ikan segar dan produksi sayur-sayuran. “Serta peningkatan mobilitas masyarakat akan mendorong kenaikan tarif angkutan udara. Dan dampak kenaikan harga CPO secara global tetap perlu diwaspadai terutama terhadap kenaikan harga minyak goreng,” tuturnya lagi.

Sebagai gambaran, pada Desember 2021, Kepri mengalami inflasi sebesar 0,86 persen (mtm), jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,30 persen (mtm), serta lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis dalam tiga tahun terakhir, yakni 0,25 persen (mtm).

Ilustrasi Sayur Mayur

“Inflasi akhir tahun lalu utamanya didorong oleh peningkatan harga cabai merah, minyak goreng dan telur ayam ras. Dengan realisasi tersebut, secara tahunan Kepri alami inflasi 2,75 persen (yoy), lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 1,75 persen (yoy).

“Cabai merah dan minyak goreng ini berada di kelompok volatile food yang mengalami inflasi sebesar 32,64 persen (mtm), serta 8,81 persen (mtm). Peningkatan tersebut akibat penurunan panen di sentra produsen, peningkatan harga CPO, dan kenaikan biaya ekspedisi,” ungkapnya.

Upaya pengendalian inflasi telah coba dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan, OPD terkait terus didorong melakukan monitoring harga, serta stok barang melalui kegiatan sidak pasar dan gudang distributor, seta menjalankan kerja sama antar daerah (KAD), terutama pembelian komoditas pangan strategis, seta melakukan operasi pasar.

“Kemudian, memprioritaskan aktivitas bongkar muat komoditas pangan strategis di pelabuhan, serta mendorong sinergi melalui OPD dalam rangka tingkatkan produktivitas pangan lokal,” katanya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Pagi Batam Pos, Rabu, 5 Januari 2022

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s