BC Batam Kumpulkan Penerimaan Rp 4 Triliun Sepanjang 2021

Sepanjang 2021, Bea Cukai (BC) Batam mengumpulkan penerimaan sebanyak Rp 4,27 triliun. Penerimaan tersebut terdiri dari penerimaan khusus BC dan penerimaan perpajakan.

“Total penerimaan yang dikumpulkan BC sebanyak RP 1,09 triliun. Selain penerimaan BC, terkumpul juga penerimaan perpajakan sebesar Rp 3,18 triliun,” kata Kepala BC Batam, Ambang Priyonggo, Rabu (12/12/2021).

Ambang mengatakan target penerimaan BC tahun 2021 sebesar Rp 284,90 miliar, sehingga dengan capain tersebut, maka ekspektasi yang diperoleh sudah melebihi dari 350 persen.

Jika dibandingkan dengan penerimaan bea dan cukai pada tahun 2020, penerimaan Bea Cukai Batam tahun 2021 meningkat sebesar 261,84 persen atau melonjak Rp789,40 miliar.

Suasana Kantor BC Batam

Capaian penerimaan bea dan cukai tersebut memiliki rincian sebagai berikut penerimaan bea masuk sebesar Rp263,86 miliar, penerimaan bea keluar sebesar Rp 817,78 miliar, dan penerimaan cukai sebesar Rp 9,24 miliar.

“Penyumbang penerimaan bea dan cukai terbesar yaitu penerimaan bea keluar. Ada lima perusahaan di Batam yang melakukan kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya di sepanjang tahun 2021. Selain itu kenaikan harga CPO di tahun 2021 juga meningkatkan tarif bea keluar untuk produk ekspor,” ungkapnya.

Tercapainya target penerimaan bea keluar pada tahun 2021 tentu sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan bea keluar di tahun 2020 yaitu sebesar Rp 28,43 miliar. Hal ini membuktikan bahwa pandemi tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan asistensi kepada perusahaan khususnya yang bergerak di bidang ekspor hingga penerimaan bea keluar dapat meningkat sebesar 2.776,46 persen.

Peningkatan penerimaan bea keluar juga sejalan dengan meningkatnya permintaan komoditas seiring dengan pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Harga CPO yang melonjak karena terbatasnya produksi di negara lain memacu produsen lokal di Batam untuk memenuhi kebutuhan CPO di dunia dengan cara mengekspor produknya ke luar negeri.

Penerimaan bea masuk naik sebesar 2,55 persen atau Rp 6,57 miliar jika dibandingkan dengan penerimaan pada tahun 2020. Penerimaan bea masuk tahun 2021 bersumber dari berbagai kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke Batam. Bidang usaha perusahaan yang menjadi penyumbang terbesar yaitu peternakan, angkutan laut dalam negeri, pedagang besar dan eceran, pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan penyedia jasa kirim barang.

Di sisi lain penerimaan cukai sebesar Rp 9,24 miliar bersumber dari cukai hasil tembakau, cukai etil alkohol, cukai lainnya, denda cukai dan restitusi cukai. Penerimaan lain yang dikumpulkan oleh BC Batam yaitu penerimaan perpajakan sebesar Rp 3,18 triliun yang meningkat 45,58 persen (Rp995,31 miliar) jika dibandingkan dengan penerimaan perpajakan pada tahun 2020. Jenis penerimaan perpajakan yang dipungut oleh Bea Cukai Batam yaitu PPh Impor, PPn Impor, PPnBM, PPN Hasil Tembakau, PPN lainnya, dan Pajak Rokok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s