Denmark Jajaki Peluang Bisnis di Pelabuhan Baru Batam

Salah satu Negara Skandinavia di Eropa Utara, yang terkenal dengan Kue Danish, Denmark berkunjung ke Batam, untuk meninjau secara khusus lokasi pengembangan Pelabuhan New Port International Batam di Tanjung Pinggir, Sekupang, Selasa (15/3) lalu.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Bo Larsen mengatakan bahwa timnya akan melakukan studi kelayakan bisnis, sebagai tindak lanjut dari peninjauan tersebut. “Hasilnya nanti akan disampaikan kepada investor Denmark di bidang kemaritiman,” katanya usai acara peninjauan.

Bo Larsen juga turut didampingi oleh Direktur Maersk Indonesia, Erry Hardianto. Maersk adalah perusahaan pengapalan terintegrasi asal Denmark, yang aktif pada pengangkutan kargo via laut dan darat, serta menyediakan layanan terkait seperti manajemen rantai pasok dan operasi pelabuhan.

Kontainer-kontainer Maersk sendiri sudah lama wara-wiri di Batam.

Salah satu pelabuhan di Denmark. Negara Skandinavia ini tengah menjajaki peluang bisnis di pelabuhan baru Batam.

Bo Larsen menjelaskan lokasi Batam sebenarnya bagus dan strategis, dan potensial bagi perkembangan sektor industri maritim. “Pasar Batam di sektor kepelabuhanan sangat besar. Begitu juga dengan potensi transhipment bila dimaksimalkan dengan baik,” tuturnya.

Ia juga sudah mencari sejumlah informasi mengenai pengembangan pelabuhan baru ini, langsung ke Menteri Perhubungan RI, Budi Karya.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto mengatakan pelabuhan baru Batam di Tanjung Pinggir ini akan menjadi perhatian penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

“Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan keluar masuk komoditas ekspor dan impor ke negara tujuan. Harapannya agar Batam dapat melakukan kegiatan ekonomi secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada Singapura dan Malaysia,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan pelabuhan baru di Tanjung Pinggir ini bertujuan menjadikan Batam sebagai hub logistik internasional.

Sebagai hub logistik, maka Batam menjadi pusat barang impor, barang transit dan barang ekspor di belahan Indonesia bagian barat.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini ada 18 juta TEUs barang yang masuk ke Indonesia, tetapi proses bongkar muatnya dilakukan di Singapura.

Maka, dengan munculnya Pelabuhan New Port International Batam di Tanjung Pinggir, akan membuat proses bongkar muat itu pindah ke Batam. Ongkos logistik pun akan menjadi lebih murah.

*Artikel ini telah tayang di Gowest.id, Rabu, 16 Maret 2022

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s