Kepulauan Riau Terkaya Se-Sumatera, Keempat Secara Nasional

Kepulauan Riau masih menempati peringkat pertama provinsi terkaya di Sumatera, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita tahun 2021.

Tahun lalu, total PDRB per kapita di Kepri mencapai Rp 130.125.230. Dalam tiga tahun terakhir, PDRB Kepri terus mengalami kenaikan.

Misalnya tahun 2019, PDRB per kapita Kepri mencapai Rp 119,3 juta. Kemudian naik di 2020 menjadi Rp 123,5 juta.

Sementara itu, dibawah Kepri, ada Riau yang menempati posisi kedua, dengan total PDRB per kapita capai Rp 129.852.590. Dan di posisi selanjutnya, diisi Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu dan Aceh.

Untuk tingkat nasional, Kepri berada di urutan keempat dibawah DKI Jakarta (Rp 274.709.590), Kalimantan Timur (Rp 182.540.820) dan Kalimantan Utara (Rp 155.080.620).

Pulau Bawah di Anambas

PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu. PDRB bisa juga didefinisikan sebagai jumlah nilai barang dan jasa akhir (netto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Transaksi ekonomi yang akan dihitung merupakan transaksi yang terjadi di wilayah domestik suatu daerah, tanpa memerhatikan apakah dilakukan oleh masyarakat (residen) dari daerah tersebut atau masyarakat lain (non-residen). Metode yang digunakan kali ini adalah metode perhitungan PDRB atas dasar Harga Berlaku.

PDRB atas dasar Harga Berlaku maksudnya nilai tambah barang dan jasa dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. Dengan menggunakan harga berlaku, kita bisa melihat pergeseran-pergeseran yang terjadi dalam sektor ekonomi. Selain itu, bisa juga untuk melihat struktur ekonomi yang dimiliki oleh suatu kota, wilayah, atau provinsi.

Dengan kata lain, PDRB adalah jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di seluruh wilayah dalam periode tahun tertentu, yang pada umumnya dalam waktu satu tahun.

Biasanya data PDRB disajikan dalam bentuk per kapita, seperti halnya pendapatan. PDRB per kapita merupakan gambaran dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah/daerah.

PDRB per kapita diperoleh dari hasil bagi antara total PDRB dengan jumlah penduduk suatu kota atau provinsi. Data yang tersaji dalam bentuk ini merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah.

Selanjutnya, salah satu kota di Kepri yakni Batam berada di posisi 10 kota paling kaya di Indonesia, berdasarkan laporan PDRB per kapita.

Total PDRB per kapita Batam yakni Rp 113,48 juta. Kota paling kaya di Indonesia yakni Kediri dengan total PDRB per kapita Rp 457,98 juta. Kemudian Bontang (Rp312,14 juta), Jakarta (Rp 260,44 juta), Cilegon (Rp 233,02 juta), Surabaya (Rp 190,89 juta), Balikpapan (Rp 155,97 juta), Tarakan (Rp 136 juta), Dumai (Rp 115,61 juta) dan Makassar (Rp 115,39 juta).

*Artikel ini telah tayang di GoWest.id, Rabu, 23 Maret 2022

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s