Menteri Sandiaga Perjuangkan Penghapusan Tes PCR Bagi Wisman

Pelaku wisata Batam memiliki harapan besar kepada pemerintah pusat, agar segera menghapus pemberlakuan PCR di entry point kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di Batam. Harapan tersebut semakin mengemuka, ketika sebentar lagi perbatasan antara Singapura dan Indonesia akan dibuka 1 April ini.

Saat berdiskusi santai dalam acara “Ngobrol Asik tentang Kesiapan Destinasi & Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi Covid-19 Bareng Mas Menteri” di Kafe Labers, Batam Centre, Kamis (31/3), para pelaku wisata Batam gencar menyuarakan hal tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta agar kebijakan visa on arrival (VOA) di Batam disamaratakan dengan VOA yang berlaku di Bali. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur mengatakan pemberlakuan tes PCR, saat masuk ke Indonesia, tentu akan menyulitkan wisatawan mancanegara (wisman).

Dalam regulasinya, untuk masuk ke Indonesia harus melakukan tes PCR sebelum keberangkatan di Singapura, dan setelah tiba di Indonesia, disusul dengan karantina satu hari.

Untuk saat ini, tes PCR di Indonesia sudah murah, sekitar Rp 200 ribuan. Namun untuk di Singapura, sekali tes PCR maka harus mengeluarkan biaya sebanyak 115 SGD. Biayanya jauh lebih mahal daripada ongkos naik kapal ke Batam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. F dok GoWest.Id

Sementara itu, Direktur Batam Tourism Board (BTB), Eddy Sutrisno mengatakan pemberlakuan VOA di Batam, hanya berlaku untuk permanent resident dari Singapura. Warga dari negala selain Singapura harus menjadi permanen resident Singapura, baru bisa masuk ke Batam.

Di Batam, VOA berlaku untuk 25 negara. Sedangkan di Bali berlaku untuk 42 negara. Tapi berbeda dengan Batam, pelancong luar negeri bisa langsung terbang ke Bali untuk berwisata. Eddy berharap agar penerapan VOA di Bali bisa dilakukan juga di Batam.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan akan memperjuangkan pembebasan PCR di ranah pemerintah pusat. “Kita terus memperjuangkan itu,” imbuhnya.

Segala masukan dari para pelaku wisata di Kepri, akan segera ditampung. Menurut Sandi, Kepri, khususnya Batam ini memiliki aksesibilitas yang mumpuni, lapangan golf yang tiada duanya dan sejumlah destinasi wisata kelas internasional. Sehingga tentu saja, memberikan insentif dan mendukung pariwisata di Kepri akan memudahkan pekerjaan pemerintah pusat, dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

“Batam ini nomor dua setelah Bali paling banyak dikunjungi. Segala masukan akan ditampung,” katanya lagi.

Sembari menunggu solusi terbaik muncul, ia juga meminta kepada para pelaku wisata di Kepri, baik itu transportasi, akomodasi, travel agent, pengelola destinasi wisata dan lainnya untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Dari pengalamannya selama pandemi ini, Sandi mengaku bahwa dalam beberapa hal, masih belum siap membuka diri ke dunia internasional. Selain itu, ia juga melihat di Batam, masih minim inovasi, misalnya soal penyajian makanan ala buffet.

“Saya datang kesini lagi, buffet lagi. Kasih inovasi, misalnya pekerjakan saja lima koki langsung, masak di depan tamu. Itu jadi atraksi dan nilai khusus tentunya,” paparnya.

Pengusaha ternama ini juga mengungkapkan bahwa ia berharap lebih banyak iven wisata bisa digelar di Kepri, khususnya Batam. Selama ini, Kemenparekrat telah meningkatkan kontribusinya bagi penciptaan iven wisata di Indonesia hingga 30 persen. Padahal sebelumnya, Kemenparekrat hanya berkontribusi 10 persen.

“Kemarin, Kenduri Seni Melayu masuk Kharisma Event Nusantara. Mari ciptakan iven wisata, untuk menarik minat wisman,” ungkapnya.

*Artikel ini telah tayang di GoWest.Id, Kamis, 31 Maret 2022

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s